Thursday, November 9, 2023

ICT - update

   Peranan TIK dalam bidang industri pendidikan

 

1. TIK sebagai skill dan kompetensi

  • Penggunaan TIK harus proporsional maksudnya  TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuainya dengan porsinya masing-masing.

2. TIK sebagai infratruktur pembelajaran

  • Tersedianya bahan ajar dalam format digital
  • The network is the school
  • belajar dimana saja dan kapan saja

3. TIK sebagai sumber bahan belajar

  • Ilmu berkembang dengan cepat
  • Guru-guru hebat tersebar di seluruh penjuru dunia
  • Buku dan bahan ajar diperbaharui secara kontinyu
  • Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran
  • Tanpa teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama

4. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran

  • Penyampaian pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata
  • Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar
  • Pelajar melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri
  • Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi mahasiswa dan guru
  • Rasio antara pengajar dan peserta didik sehingga menentukan proses pemberian fasilitas

5. TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran

  • Tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap harinya
  • Transaksi dan interaksi interaktif antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang kuat
  • Kualitas layanan pada pengeekan administrasi ditingkatkan secara bertahap
  • Orang merupakan sumber daya yang bernilai

6. TIK sebagai sistem pendukung keputusan

  • Tiap individu memiliki karakter dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
  • Guru meningkatkan kompetensinya pada berbagai bidang ilmu
  • Profil institusi  pendidikan diketahui oleh pemerintah.

 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi

http://fatkhan.web.id/pengertian-media-pembelajaran-ict/

Saturday, February 26, 2022

Computational Thinking

Materi Informatika Kelas 8 Sem 2

BAB 4

BERPIKIR KOMPUTASIONAL

(Computational Thinking)


    Apakah kalian pernah mendengar istilah Berpikir Komputasional? Yess... di abad 21 ini sering sekali kita mendengar istilah itu. Tapi tahukah kalian apa itu Berpikir Komputasional? 

    Berpikir Komputasional bahasa Inggris disebut Computational Thinking (CT). Berpikir Komputasional itu sendiri adalah suatu konsep atau metode penyelesaian persoalan (masalah) dengan mengembangkan solusi yang inofatif dengan perantkat tekonlogi. Konsep berpikir komputasional dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Masalah yang adapun tidak harus berhubungan dengan komputer, tapi bisa saja berkaitan dengan bidang ekonomi, sosial, bahkan dalam keseharian kitapun, secara tidak sadar kita melakukan berpikir komputasional agar kehidupan berjalan teratur. Tantangannya adalah disajikannya persoalan-persoalan yang mendorong seseorang untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang kreatif, kritis, dan komunikatif dalam menyelesaikan soal dengan menerapkan konsep-konsep berpikir komputasional. 

    Berpikir komputasional sering dikaitkan dengan problem solving dan diharapkan menjadi salah satu keahlian dalam dunia industri modern saat ini. 


Konsep berpikir komputasional

Berdasarkan konsepnya, pemikiran komputasional memiliki empat tahap utama, antara lain:

  • Decomposition (Dekomposisi)
    Tahap pertama, dekomposisi, yaitu memecah masalah kompleks menjadi beberapa bagian kecil dan sederhana. Sehingga, kita bisa menemukan masalah yang terjadi dengan menyelesaikannya satu persatu.

  • Pattern recognition (Pengenalan pola)
    Pengenalan pola akan membantu kamu dalam memecahkan masalah. Nah, pada tahap ini, kita mencari pola atau persamaan tertentu dalam sebuah masalah.

  • Abstraction (Abstraksi)
    Beberapa hal yang dilakukan pada tahap abstraksi antara lain, melihat permasalahan, melakukan generalisasi, dan melakukan identifikasi informasi. Dengan cara ini, kita dapat melihat informasi penting dan mengabaikan informasi yang kurang relevan.

  • Algorithm (Algoritma)
    Ini adalah tahapan saat kita mengembangkan sistem, membuat daftar petunjuk dan langkah-langkah pemecahan masalah secara efektif dan efisien.


Karakteristik berpikir komputasional

    Seseorang dengan keterampilan computational thinking memiliki beberapa karakteristik, antara lain:

  • Mampu merumuskan dan menyelesaikan masalah menggunakan perangkat komputer atau perangkat digital.
  • Mampu merumuskan dan mengubah masalah yang kompleks menjadi prosedur atau langkah yang lebih mudah dilaksanakan.
  • Mampu mengelompokkan dan menganalisis data.
  • Mampu melakukan representasi data secara abstrak menggunakan model atau simulasi.
  • Mampu melakukan identifikasi, analisis dan implementasi solusi dengan berbagai cara dan tahapan yang efisien dan efektif.
  • Mampu melakukan penyelesaian untuk berbagai masalah berbeda melalui cara berpikir algoritma.

Kelebihan computational thinking

    Metode ini memiliki beberapa kelebihan. Berikut ini adalah kelebihan ketika kita menerapkan metode computational thinking. 

  • Dapat memecahkan masalah yang rumit atau kompleks dengan cara yang sederhana dan efektif.
  • Dapat melatih mindset kita untuk berpikir secara logis, kreatif, dan terstruktur.
  • Mampu merumuskan masalah dengan menguraikannya menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah untuk diselesaikan.

Penerapan computational thinking

Seperti yang sudah dibahas, computational thinking dapat diterapkan dalam berbagai bidang untuk menyelesaikan masalah. Beberapa langkah yang harus dilakukan  antara lain:

·         Perincian masalah (IDENTIFIKASI)

Langkah pertama ketika menghadapi masalah adalah melakukan analisis terhadap masalah tersebut. Kemudian, lakukan penjabaran masalah dengan benar dan tepat. Terakhir tetapkan kriteria solusi dari masalah tersebut.

Fungsi dan tujuan dari identifikasi ini untuk mengetahui berbagai masalah yang terjadi. Fungsi lain adalah agar program yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan rencana.

Analisis dan penjabaran dapat dilakukan dengan cara membagi masalah yang kompleks menjadi masalah-masalah kecil agar lebih mudah untuk dikelola dan dianalisis. Setelah itu kamu dapat membuat beberapa hipotesis mengenai penjabaran kemungkinan solusi untuk masalah tersebut.

·         Memikirkan algoritma yang sistematis (ANALISIS)

Setelah langkah pertama selesai dilakukan, kamu menganalisis dengan benar untuk menentukan cara algoritma yang tepat. Algoritma di sini dapat diartikan sebagai langkah-langkah yang sesuai untuk memecahkan masalah berdasarkan data.

Cara menganalisis masalah, antara lain :

a.   Analisis informasi

Langkah pertama dalah untuk melihat data yang telah dikumpulkan tentang masalah dan menganalisis penting tidaknya. Saat menganalisis, carilah relasi antarinformasi agar lebih memahami permasalahannya.

b.   Generalisasi kemungkinan solusi

Langkah kedua ini menggeneralisasi (menyamaratakan) solusi yang berpotensi, dengan menemukan solusi yang efektif dengan memperhatikan hal-hal berikut :

1.   Pencegahan munculnya kembali penyebab-penyebab masalah.

2.   Tindakan yang diambil harus ada dalam kendali kita

3.   Memenuhi tujuan dan target yang telah kita tetapkan.

c.    Evaluasi solusi dan pilih

Setelah menganalisis data mentah dari masalah yang ada, lakukan tes scenario atau eksperimen atau simulasikan (coba lagi / tiru) pada kasus lain untuk melihat konsekuensi dari solus.

d.   Penerapan solusi

Terapkan atau laksanakan rencana yang sudah disusun secara matang dan rinci.

·         Implementasi solusi, dan evaluasi

Langkah terakhir, buatlah solusi yang aktual dan lakukan evaluasi secara sistematis untuk menguji kebenaran hipotesismu. Lalu, lakukan evaluasi dan modifikasi terhadap hipotesis, sampai ia tidak lagi memerlukan modifikasi. Dalam langkah ini, kamu juga dapat melihat apakah solusimu dapat digeneralisasikan dengan proses otomatisasi.  

Kesimpulan

Computational thinking merupakan suatu metode untuk menyelesaikan masalah yang kompleks. Ia juga merupakan salah satu keahlian yang dibutuhkan dalam industri 4.0 ini. Computational thinking ini baik diterapkan sedini mungkin untuk mengasah keahlian dalam menyelesaikan masalah yang rumit.

Latihan Soal

1.   Soal 1 (UPAH MEMBANTU):

Untuk mengisi liburan selama 10 hari, Ana dan Bobi merencanakan tinggal di desa nenek. Kebetulan di sana ada tiga petani A, B, dan C yang membutuhkan bantuan untuk menggarap sawahnya masing-masing. Mereka menawari Ana dan Bobi upah jika mau membantu mereka. Masing-masing petani tersebut memberikan penawaran yang berbeda :

a.   Petani A menawari 10 ribu rupiah buat masing-masing (Ana dan Bobi) setiap hari.

b.   Petani B hanya akan memberi Bobi 10 ribu riupiah di hari pertama, kemudian hari berikutnya menaikkan sebesar 10 ribu setiap harinya sehinga menjadi 20 ribu, 30 ribu, dan seterusnya. Sementara petani B memberi Ana hari pertama 100 ribu rupiah dan kemudian diturunkan 10 ribu setiap hari berikutnya menjadi 90 ribu, 80 ribu, dan seterusnya.

c.    Petani C tidak tertarik dibantu Bobi sehingga ia hanya akan memberi seribu rupiah di hari pertama saja dan tidak diteruskan di hari-hari berikutnya. Sementara untuk Ana, ia akan memberikan seribu rupiah pada hari pertama, lalu setiap hari berikutnya dua kali lipat dari sebelumnya. Jadi Ana akan mendapatkan seribu rupiah, 2 ribu rupiah, 4 ribu rupih, dan seterusnya.

Mereka berniat untuk melewati setiap hari masa liburnya di desa nenek dengan membantu petani, dan mereka berdua sudah berjanji untuk bekerja pada petani yang sama. Mengenai upah, mereka juga diam-diam sudah sepakat untuk membagi sama rata dari yang diperoleh berdua.

Tantangan:

Kepada petani yang mana mereka bekerja sehingga mendapat upah yang paling banyak?

Pilihan Jawaban:

A.   Petani A

B.   Petani B

C.  Petani C

2.   Soal 3 (MAJALAH DINDING):

Sepuluh siswa sedang bekerja untuk menerbitkan majalah dinding sekolah. Setiap hari Jumat, mereka menulis dan memperbaiki artikel majalah dinding. Sebagian pekerjaan membutuhkan komputer. Pada table di bawah, sel yang gelap menunjukkan bahwa seorang siswa membutuhkan komputer. Pada satu jam yang sama, satu komputer hanya data digunakan oleh seorang siswa.

 

JAM

 

 

8:00

9:00

10:00

11:00

12:00

13:00

14:00

 

1

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

 

 

 

8

 

 

 

 

 

 

 

 

9

 

 

 

 

 

 

 

 

10

 

 

 

 

 

 

 

 

Tantangan:

Berapa jumlah minimum computer yag dibutuhkan supaya mereka dapat bekerja sesuai dengan table di atas?

Pilihan Jawaban:

A.   4

B.   5

C.  6

D.  10










Daftar Pustaka :

Buku AYO BELAJAR INFORMATIKA Tingkat SMP Kelas 8; Penerbit Andi

https://youtu.be/o1lCy0Xj1Io

https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-computational-thinking/


ICT - update

     Peranan TIK dalam bidang industri pendidikan   1. TIK sebagai skill dan kompetensi Penggunaan TIK harus proporsional maksudnya  TIK bis...