Materi Informatika Kelas 8 Sem 2
BAB 4
BERPIKIR KOMPUTASIONAL
(Computational Thinking)
Apakah kalian pernah mendengar istilah Berpikir Komputasional? Yess... di abad 21 ini sering sekali kita mendengar istilah itu. Tapi tahukah kalian apa itu Berpikir Komputasional?
Berpikir Komputasional bahasa Inggris disebut Computational Thinking (CT). Berpikir Komputasional itu sendiri adalah suatu konsep atau metode penyelesaian persoalan (masalah) dengan mengembangkan solusi yang inofatif dengan perantkat tekonlogi. Konsep berpikir komputasional dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Masalah yang adapun tidak harus berhubungan dengan komputer, tapi bisa saja berkaitan dengan bidang ekonomi, sosial, bahkan dalam keseharian kitapun, secara tidak sadar kita melakukan berpikir komputasional agar kehidupan berjalan teratur. Tantangannya adalah disajikannya persoalan-persoalan yang mendorong seseorang untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang kreatif, kritis, dan komunikatif dalam menyelesaikan soal dengan menerapkan konsep-konsep berpikir komputasional.
Berpikir komputasional sering dikaitkan dengan problem solving dan diharapkan menjadi salah satu keahlian dalam dunia industri modern saat ini.
Konsep berpikir komputasional
Berdasarkan konsepnya, pemikiran komputasional memiliki empat tahap utama, antara lain:
Karakteristik berpikir komputasional
Seseorang dengan keterampilan computational thinking memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
- Mampu merumuskan dan menyelesaikan masalah menggunakan perangkat komputer atau perangkat digital.
- Mampu merumuskan dan mengubah masalah yang kompleks menjadi prosedur atau langkah yang lebih mudah dilaksanakan.
- Mampu mengelompokkan dan menganalisis data.
- Mampu melakukan representasi data secara abstrak menggunakan model atau simulasi.
- Mampu melakukan identifikasi, analisis dan implementasi solusi dengan berbagai cara dan tahapan yang efisien dan efektif.
- Mampu melakukan penyelesaian untuk berbagai masalah berbeda melalui cara berpikir algoritma.
Kelebihan computational thinking
Metode ini memiliki beberapa kelebihan. Berikut ini adalah kelebihan ketika kita menerapkan metode computational thinking.
- Dapat memecahkan masalah yang rumit atau kompleks dengan cara yang sederhana dan efektif.
- Dapat melatih mindset kita untuk berpikir secara logis, kreatif, dan terstruktur.
- Mampu merumuskan masalah dengan menguraikannya menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah untuk diselesaikan.
Penerapan
computational thinking
Seperti yang sudah dibahas, computational
thinking dapat diterapkan dalam berbagai bidang untuk menyelesaikan
masalah. Beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain:
·
Perincian masalah (IDENTIFIKASI)
Langkah
pertama ketika menghadapi masalah adalah melakukan analisis terhadap masalah
tersebut. Kemudian, lakukan penjabaran masalah dengan benar dan tepat. Terakhir tetapkan kriteria solusi dari masalah
tersebut.
Fungsi dan
tujuan dari identifikasi ini untuk mengetahui berbagai masalah yang terjadi. Fungsi
lain adalah agar program yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan rencana.
Analisis
dan penjabaran dapat dilakukan dengan cara membagi masalah yang kompleks
menjadi masalah-masalah kecil agar lebih mudah untuk dikelola dan dianalisis. Setelah itu kamu dapat membuat beberapa
hipotesis mengenai penjabaran kemungkinan solusi untuk masalah tersebut.
·
Memikirkan algoritma yang sistematis (ANALISIS)
Setelah langkah pertama selesai dilakukan, kamu menganalisis dengan
benar untuk menentukan cara algoritma yang tepat. Algoritma di sini dapat
diartikan sebagai langkah-langkah yang sesuai untuk memecahkan masalah
berdasarkan data.
Cara menganalisis masalah, antara lain :
a.
Analisis informasi
Langkah pertama dalah untuk melihat data yang telah dikumpulkan
tentang masalah dan menganalisis penting tidaknya. Saat menganalisis, carilah
relasi antarinformasi agar lebih memahami permasalahannya.
b.
Generalisasi kemungkinan solusi
Langkah kedua ini menggeneralisasi (menyamaratakan) solusi yang
berpotensi, dengan menemukan solusi yang efektif dengan memperhatikan hal-hal
berikut :
1.
Pencegahan munculnya kembali penyebab-penyebab
masalah.
2.
Tindakan yang diambil harus ada dalam
kendali kita
3.
Memenuhi tujuan dan target yang telah
kita tetapkan.
c.
Evaluasi solusi dan pilih
Setelah
menganalisis data mentah dari masalah yang ada, lakukan tes scenario atau eksperimen
atau simulasikan (coba lagi / tiru) pada kasus lain untuk melihat konsekuensi
dari solus.
d.
Penerapan solusi
Terapkan
atau laksanakan rencana yang sudah disusun secara matang dan rinci.
·
Implementasi solusi,
dan evaluasi
Langkah
terakhir, buatlah solusi yang aktual dan lakukan evaluasi secara sistematis
untuk menguji kebenaran hipotesismu. Lalu, lakukan evaluasi dan modifikasi
terhadap hipotesis, sampai ia tidak lagi memerlukan modifikasi. Dalam langkah
ini, kamu juga dapat melihat apakah solusimu dapat digeneralisasikan dengan
proses otomatisasi.
Kesimpulan
Computational thinking merupakan suatu metode untuk menyelesaikan masalah yang kompleks. Ia juga merupakan salah satu keahlian yang dibutuhkan dalam industri 4.0 ini. Computational thinking ini baik diterapkan sedini mungkin untuk mengasah keahlian dalam menyelesaikan masalah yang rumit.
Latihan Soal
1.
Soal 1 (UPAH MEMBANTU):
Untuk
mengisi liburan selama 10 hari, Ana dan Bobi merencanakan tinggal di desa
nenek. Kebetulan di sana ada tiga petani A, B, dan C yang membutuhkan bantuan
untuk menggarap sawahnya masing-masing. Mereka menawari Ana dan Bobi upah jika
mau membantu mereka. Masing-masing petani tersebut memberikan penawaran yang
berbeda :
a.
Petani A menawari 10 ribu rupiah buat
masing-masing (Ana dan Bobi) setiap hari.
b.
Petani B hanya akan memberi Bobi 10 ribu
riupiah di hari pertama, kemudian hari berikutnya menaikkan sebesar 10 ribu setiap
harinya sehinga menjadi 20 ribu, 30 ribu, dan seterusnya. Sementara petani B
memberi Ana hari pertama 100 ribu rupiah dan kemudian diturunkan 10 ribu setiap
hari berikutnya menjadi 90 ribu, 80 ribu, dan seterusnya.
c.
Petani C tidak tertarik dibantu Bobi
sehingga ia hanya akan memberi seribu rupiah di hari pertama saja dan tidak
diteruskan di hari-hari berikutnya. Sementara untuk Ana, ia akan memberikan seribu
rupiah pada hari pertama, lalu setiap hari berikutnya dua kali lipat dari
sebelumnya. Jadi Ana akan mendapatkan seribu rupiah, 2 ribu rupiah, 4 ribu
rupih, dan seterusnya.
Mereka
berniat untuk melewati setiap hari masa liburnya di desa nenek dengan membantu
petani, dan mereka berdua sudah berjanji untuk bekerja pada petani yang sama.
Mengenai upah, mereka juga diam-diam sudah sepakat untuk membagi sama rata dari
yang diperoleh berdua.
Tantangan:
Kepada petani
yang mana mereka bekerja sehingga mendapat upah yang paling banyak?
Pilihan Jawaban:
A.
Petani A
B.
Petani B
C. Petani C
2.
Soal 3 (MAJALAH DINDING):
Sepuluh
siswa sedang bekerja untuk menerbitkan majalah dinding sekolah. Setiap hari Jumat,
mereka menulis dan memperbaiki artikel majalah dinding. Sebagian pekerjaan
membutuhkan komputer. Pada table di bawah, sel yang gelap menunjukkan bahwa
seorang siswa membutuhkan komputer. Pada satu jam yang sama, satu komputer hanya
data digunakan oleh seorang siswa.
|
|
JAM
|
|
|
|
8:00
|
9:00
|
10:00
|
11:00
|
12:00
|
13:00
|
14:00
|
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10
|
|
|
|
|
|
|
|
Tantangan:
Berapa
jumlah minimum computer yag dibutuhkan supaya mereka dapat bekerja sesuai dengan
table di atas?
Pilihan Jawaban:
A.
4
B.
5
C. 6
D. 10
Daftar Pustaka :
Buku AYO BELAJAR INFORMATIKA Tingkat SMP Kelas 8; Penerbit Andi
https://youtu.be/o1lCy0Xj1Io
https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-computational-thinking/